Jumat, 15 Mei 2015

HIDUP SEHAT

Keuntungan Dan Manfaat Penerapan Pola Hidup Sehat

Berikut ini merupakan beberapa manfaat yang dapat diperoleh seseorang yang telah melakukan dan menerapkan pola hidup sehat yang telah dijelaskan pada artikel lain, yakni :

1. Dapat tidur dengan nyenyak
2. Dapat bekerja lebih maksimal serta meningkatkan kinerja
3. Dapat belajar dengan baik
4. Berpikiran positif dan sehat
5. Merasa damai, nyaman dan tentram
6. Memiliki penampilan yang sehat
7. Mendapatkan kehidupan dan interaksi sosial yang baik
8. Lebih percaya diri
9. Menghemat pengeluaran untuk kesehatan
10. Terhindar dari penyakit

Dengan demikian jelas bahwa dengan melakukan pola hidup yang sehat, banyak manfaat yang akan didapat dibandingkan melakukan pola hidup yang salah yang dijelaskan pada artikel lain di situs ini. Semoga anda termasuk yang menjalani pola hidup sehat.
 Advantages and Benefits of a Healthy Lifestyle Application

Here are a few benefits that can be obtained by someone who has been doing and a healthy lifestyle that has been described in another article, namely:

1. Can sleep soundly

2. Can work more optimally and improve performance

3. Can learn well

4. Positive thinking and healthy

5. Feeling peaceful, comfortable and peaceful

6. Have a healthy appearance

7. Get a life and a good social interaction

8. More confidence

9. Conserve health expenditure

10. Protected from disease

It is thus clear that by making healthy lifestyle, many benefits to be gained than do the wrong lifestyle that is described in another article on this site. Hopefully you including that leading a healthy lifestyle.

MANFAAT LARI PAGI

5 Manfaat Lari Pagi Bagi Kesehatan Tubuh

Manfaat lari pagi sangat banyak terutama menjaga kesehatan tubuh dan untuk meningkatkan stamina. Olahraga sangat dibutuhkan oleh setiap orang demi menjaga kebugaran jasmaninya. Salah satu olahraga yang tidak membutuhkan biaya tapi memiliki manfaat yang sangat besar adalah lari pagi. Untuk melakukan lari pagi, anda tidak perlu alat-alat khusus. Anda hanya perlu meluangkan waktu di pagi hari untuk melakukan hal ini.
Lari pagi memiliki berbagai macam manfaat yang bagus sekali bagi tubuh, beberapa manfaat lari pagi tersebut diantaranya sebagai berikut:
1. Dapat Melangsingkan Tubuh
Jika anda sedang berada dimasa program diet, lari pagi ini bisa menjadi solusi untuk mengatasinya. Dengan melakukan lari pagi secara rutin dalam waktu 30 menit di setiap paginya, anda bisa menurunkan berat badan anda dengan mudah. Hanya saja banyak sekali alasan yang menyebabkan orang-orang jarang sekali melakukan lari pagi. Ini banyak dikaitkan dengan kesibukan pekerjaan mereka.
Manfaat Lari Pagi
2. Dapat Melatih Kekuatan Otot Jantung
Ternyata manfaat lari pagi secara tidak langsung otot jantung akan terlatih sehingga ini dapat memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh. Untuk bisa merasakan manfaat yang satu ini, sama seperti di atas. Lari pagi bisa dilakukan semalam kurang lebih 30 menit saja. ( Baca: Cara Mengecilkan Paha Yang Sehat Untuk Tubuh )
3. Lari pagi bisa mengecilkan Betis
Orang yang memiliki ukuran betis yang cukup besar akan merasa tidak percaya dirijika sedang menggunakan celan pendek. Untuk mengatasi masalah ini, anda bisa melakukan lari pagi setiap hari selama kurang lebih 30 menit saja. Lakukan secara ruti maka hasil bisa dilihat dan dirasakan.
4. Untuk menambah kebugaran tubuh bagi para lansia.
Dengan melakukan lari pagi, otot-otot lansia akan kencang dan bugar, aliran darah lancar dan tidak terhambat.
5. Untuk membentuk Badan
Biasanya pria sangat gemar melakukan fitnes untuk membentuk otot mereka. Dengan melakukan lari pagi secara rutin, ini bisa membentuk tubuh pria menjadi lebih sempurna, massa ototpun bisa bertambah. Untuk interval waktu yang dibutuhkan sama seperti sebelumnya yaitu 30 menit saja.
Aktivitas lari pagi bisa dilakukan kapan dan di mana saja, tidak terbatas hanya untuk anak muda tapi juga bagus untuk orang lanjut usia. Demikian beberapa manfaat lari pagi yang sangat berguna untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Semoga bermanfaat.

"Tahukah Anda..."

Hal-hal yang Harus Diketahui Setiap Muslim tentang Masjidil Aqsha*
Hasil gambar untuk MASJID AL AQSA
PONTIANAK,JUMAT 15 MEI 2015:
oleh Syaikh Abu Abdirrahman Hisyam Al-Arif Al-Maqdisi
Membicarakan tanah Palestina, tentu tidak bisa dilepaskan dengan keberadaan Masjidil Aqsha yang penuh berkah ini. Terdapat banyak nash yang secara jelas menunjukkan keutamaan masjid ini.
MASJID MANAKAH YANG DIBANGUN PERTAMA KALI DI MUKA BUMI?
Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata
Hadits1
“Aku bertanya, “Wahai, Rasulullah. Masjid manakah yang pertama kali dibangun?” Beliau menjawab, ‘Masjidil Haram”. Aku bertanya lagi : Kemudian (masjid) mana?” Beliau menjawab, “Kemudian Masjidil Aqsha”. Aku bertanya lagi : “Berapa jarak antara keduanya?” Beliau menjawab, “Empat puluh tahun. Kemudian dimanapun shalat menjumpaimu setelah itu, maka shalatlah, karena keutamaan ada padanya”. Dan dalam riwayat lainnya : “Dimanapun shalat menjumpaimu, maka shalatlah, karena ia adalah masjid” [HR Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Dzar]
KEUTAMAAN SHALAT DI MASJIDIL AQSHA
Dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda.
Hadits2
“Sesungguhnya , ketika Sulaiman bin Daud membangun Baitul Maqdis, (ia) meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tiga perkara. (Yaitu), meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar (diberi taufiq) dalam memutuskan hukum yang menepati hukumNya, lalu dikabulkan ; dan meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dianugerahi kerajaan yang tidak patut diberikan kepada seseorang setelahnya, lalu dikabulkan ; serta memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bila selesai membangun masjid, agar tidak ada seorangpun yang berkeinginan shalat disitu, kecuali agar dikeluarkan dari kesalahannya, seperti hari kelahirannya.” (Dalam riwayat lain berbunyi : Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Adapun yang dua, maka telah diberikan. Dan saya berharap, yang ketigapun dikabulkan).” [Hadits ini diriwayatkan An-Nasa’i, dan ini lafadz beliau, Ahmad dalam Musnad-nya dengan lebih panjang lagi. Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Al-Haakim dalam kitab Mustadrak dan Al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman, serta selain mereka]
Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata.
Hadits3
 “Kami saling bertukar pikiran tentang, mana yang lebih utama, masjid Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau Baitul Maqdis, sedangkan di sisi kami ada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Satu shalat di masjidku lebih utama dari empat shalat padanya, dan ia adalah tempat shalat yang baik. Dan hampir-hampir tiba masanya, seseorang memiliki tanah seukuran kekang kudanya (dalam riwayat lain : seperti busurnya) dari tempat itu terlihat Baitul Maqdis lebih baik baginya dari dunia seisinya.” [HR Ibrahim bin Thahman dalam kitab Masyikhah Ibnu Thahman, Ath-Thabrani dalam kitab Mu’jamul Ausath, dan Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak, Al-Hakim berkata, “Ini adalah hadits yang shahih sanadnya, dan Al-Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya. Adz-Dzahabi dan Al-Albani sepakat dengan beliau.]
Hadits ini adalah hadits yang paling shahih tentang pahala shalat di Masjidil Aqsha. Hadits ini menunjukkan, shalat di Masjid Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti empat shalat di Masjid Aqsha. Pahala shalat di Masjidil Aqsha setara dengan 250 kali (di masjid lainnya).
Syaikh kami (Al-Albani) dalam kitab Silsilah Shahihah (2902) mengatakan : “Hadits yang paling shahih tentang keutamaan shalat di sana (Masjidil Aqsha) adalah hadits Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata : Kami saling bertukar pikiran tentang, mana yang lebih utama, masjid Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau Baitul Maqdis, sedangkan di sisi kami ada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Satu shalat di masjidku lebih utama dari empat shalat padanya, dan ia adalah tempat shalat yang baik….”
Hadits ini termasuk bukti kenabian Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yaitu berita bahwa seseorang berangan-angan memiliki tanah meskipun sedemikian sempit, asalkan dapat melihat dari dekat Baitul Maqdis dari tanahnya tersebut.
JANGAN BERSUSAH PAYAH BEPERGIAN, KECUALI MENUJU TIGA MASJID
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
Hadits4
“Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : “Tidak boleh bersusah-payah bepergian, kecuali ke tiga masjid, (yaitu) Masjidil Haram, Masjid Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Masjidil Aqsha” [HR Al-Bukhari dan Muslim]
I’TIKAF DI MASJIDIL AQSHA
Dari Abu Wa’il Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata.
Hadits5
 “Hudzaifah bin Al-Yaman berkata kepada Abdullah bin Mas’ud ; “I’tikaf antara rumahmu dan rumah Abu Musa tidak masalah [3], padahal aku mengetahui bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Tidak ada i’tikaf kecuali di tiga masjid’, Abdullah bin Mas’ud menjawab, “Mungkin engkau lupa sementara mereka hafal. Engkau salah dan mereka benar” [HR Al-Baihaqi dalam kitab Sunan Al-Kubra dan Ath-Thahawi dalam kitab Al-Musykil, serta Al-Ismail dalam kitab Al-Mu’jam. Hadits ini terdapat di dalam kitab Silsilah Ash-Shahihah no. 2786 dan beliau berkata, ‘Shahih atas syarat Syaikhan (Al-Bukhari dan Muslim)].
Syaikh kami (Al-Albani) berkata : Pernyataan Ibnu Mas’ud bukanlah untuk menyalahkan Hudzaifah dalam periwayatan lafadz hadits ini. Namun tampaknya beliau menyalahkan Hudzaifah dalam pengambilan hukum (istidlal) i’tikaf yang diingkari Hudzaifah, karena ada kemungkinan pengertian hadits menurut Ibnu Mas’ud adalah tidak ada i’tikaf yang sempurna, seperti sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Hadits6
“Tidak ada iman yang sempurna bagi orang yang tidak memiliki amanah, dan tidak ada agama yang sempurna bagi orang yang tidak menepati janjinya”
KEMAKMURAN BAITUL MAQDIS
Dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata.
Hadits7
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pembangunan menyeluruh [4] Baitul Maqdis adalah waktu kerusakan [5] Madinah, dan kerusakan Madinah adalah waktu keluarnya Malhamah (perang), dan keluarnya Malhamah adalah waktu penaklukan Konstantinopel, dan penaklukan Konstantinopel adalah waktu (dekat) keluarnya Dajjal”, kemudian beliau memukul paha atau bahu orang yang diajak bicara dengan tangannya, seraya bersabda, “Ini sungguh sebuah kebenaran sebagaimana benarnya kamu disini, atau sebagaimana kamu duduk, yaitu Muadz bin Jabal.” [HR Ahmad, Abu Dawud, Ali bin Al-Ja’d, Abu Bakar bin Abu Syaibah dan lainnya]
MASJIDIL AQSHA TIDAK DIMASUKI DAJJAL
Dari Mujahid, beliau berkata :
Hadits8
“Kami dipimpin Junadah bin Abi Umayyah selama 6 tahun; beliau bangkit dan berkhutbah, lalu berkata:
Kami pernah mendatangi seorang sahabat Rasulullah dari Anshar. Kami menemuinya dan berkata: “Sampaikanlah kepada kami apa yang pernah engkau dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan jangan sampaikan apa yang engkau dengar dari orang-orang,” lalu kami memaksanya untuk itu. (Dalam riwayat lainnya: dan jangan sampaikan kepada kami dari selain beliau, walaupun benar)
Maka ia pun berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri dan berkata :’Aku peringatkan kalian dari Al-Masih (Dalam riwayat lain: “Aku peringatkan kalian dari Dajjal”, sebanyak tiga kali), karena tidak ada seorang nabipun sebelumku, kecuali memperingatkan umatnya dari Dajjal, dan Dajjal itu muncul pada kalian, wahai umatku. Dia itu berambut keriting, matanya buta sebelah (Dalam riwayat lain: buta sebelah kirinya).
Ia berkata : ‘Saya yakin beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata sebelah kiri. Berjalan bersamanya bukit roti dan sungai air (Dalam riwayat lain: Bersamanya syurga dan neraka. Neraka dia adalah syurga, dan syurga dia adalah neraka. Ia dapat menurunkan hujan dan tidak bisa menumbuhkan pohon. Dia diberi kekuasaan atas satu jiwa, lalu membunuhnya dan menghidupkannya, dan tidak diberi kekuasaan pada selainnya).
Tanda-tandanya : Dia tinggal di bumi ini selama 40 hari, kekuasaannya mencapai semua tempat, namun ia tidak dapat mendatangi empat masjid, Masjid Ka’bah, Masjid Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Masjid Al-Aqsha dan Masjid Ath-Thur. Walaupun demikian, namun ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak buta sebelah’.
Ibnu ‘Aun berkata : Saya yakin beliau telah berkata : “Dan ia (Dajjal) diberi kekuasaan atas satu jiwa lalu membunuhnya dan menghidupkannya, dan tidak diberi kekuasaan pada selainnya’.” [HR Ahmad dalam Musnad-nya, 5/364 dan sanadnya shahih atas syarat Syaikhan (al Bukhari dan Muslim)]
Pelajaran Hadits:
Hadits ini tidak kontradiktif, dan tidak ada masalah dengan hadits yang shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan Dajjal telah menginjakkan kakinya di seluruh muka bumi dan menguasainya, kecuali Makkah dan Madinah. Tidaklah ia memasukinya dari salah satu pintunya, kecuali bertemu dengan para malaikat yang menghunus pedang-pedangnya… (Al-Hadits).
Dalam hadits ini terdapat tambahan keterangan, pengkhususan masjid-masjid yang tidak dimasuki Dajjal. Dajjal –semoga Allah melindungi kita dari fitnahnya- walaupun memasuki daerah bukit Thursina dan Baitul Maqdis, namun ia tidak bisa memasuki kedua masjidnya. Dajjal juga tidak bisa masuk ke Makkah dan Madinah, maka lebih lagi masjidnya. Wallahu a’lam.
YA’JUJ WA MA’JUJ DAN BUKIT BAITUL MAQDIS
Dari Nawas bin Sam’an, beliau berkata :
Pada suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang Dajjal. Beliau menganggap remeh dan (juga) menganggap perkara besar, sehingga kami merasa yakin ia (Dajjal) berada di sisi sekumpulan pohon kurma. Ketika kami pergi kesana, maka beliau tahu ada sesuatu pada kami. Beliau bertanya, “Ada apa kalian?”
Kami menjawab, “Wahai, Rasulullah. Tadi pagi engkau telah menjelaskan tentang. Engkau telah menganggap remeh dan menganggap besar perkaranya, hingga kami merasa yakin ia (Dajjal) berada di sisi sekumpulan pohon kurma.”
Maka beliau bersabda: “Bukan Dajjal yang membuatku takut atas kalian. Apabila ia keluar (muncul) dan aku ada bersama kalian, maka akulah yang akan membantahnya tanpa bantuan kalian. Dan bila ia keluar, sedangkan aku tidak ada bersama kalian, maka setiap orang membantah (melawan) sendiri-sendiri; sedangkan Allah menjadi pelindung setiap Muslim. Sungguh Dajjal adalah seorang pemuda berambut keriting dan buta sebelah. Seakan-akan aku menyerupakannya dengan Abdul ‘Uzza bin Qathan. Barangsiapa di antara kalian mendapatkannya, maka bacakan kepadanya awal-awal surat Al-Kahfi. Dia keluar di jalan antara Syam dan Iraq lalu membuat kerusakan di sekitarnya. Wahai hamba Allah, istiqamahlah!”
Maka kami berkata: “Wahai Rasulullah, berapa lama tinggalnya di muka bumi ini?”
Beliau menjawab,”Empatpuluh hari. Satu hari seperti satu tahun. Satu hari seperti satu bulan. Satu hari seperti satu pekan, dan sisa harinya, seperti hari-hari kalian ini.”
Kami bertanya lagi: “Wahai, Rasulullah. Hari yang seperti satu tahun itu, apakah cukup bagi kami shalat sehari?”
Beliau menjawab: “Tidak! Perkirakan ukurannya!”
Kami bertanya lagi: “Berapa kecepatannya di bumi ini?”
Beliau menjawab: “Seperti hujan ditiup angin, lalu (ia) mendatangi satu kaum dan mengajak mereka, lalu mereka mempercayainya dan menerima ajakannya. Kemudian Dajjal menyuruh langit, dan langitpun menurunkan hujan. Dan menyuruh bumi, lalu bumi menumbuhkan tanaman. Lalu hewan gembalaan mereka berangkat di sepanjang puncak gunung, sangat banyak susunya dan makan sangat kenyang. Kemudian (ia) mendatangi kaum lainnya, lalu mendakwahi mereka, namun mereka membantah perkataannya, lalu ia (pun) pergi meninggalkan mereka. Lalu pagi harinya, mereka tertimpa kelaparan dan kekeringan. Mereka tidak memiliki harta sedikitpun. Dajjal melewati tempat yang rusak tersebut dan berkata kepadanya,’Keluarkan simpananmu!’ Lalu keluarlah harta simpanan (tanah tersebut) seperti ratu-ratu lebah. Kemudian Dajjal memanggil seorang yang gemuk dan masih muda, lalu ia sembelih dengan pedang dan memotongnya menjadi dua seukuran tombak, kemudian ia memanggilnya, lalu pemuda itu datang dan wajahnya bersinar-sinar.
Ketika dalam keadaan demikian, tiba-tiba Allah mengutus Al-Masih Ibnu Maryam (Nabi ‘Isa), lalu turun di dekat menara putih (Manarul Baidha’) di sebelah timur Damaskus, mengenakan sepasang baju yang dicelup dengan za’faran dan meletakkan kedua telapak tangannya pada sayap-sayap dua malaikat. Apabila ia menggoyangkan kepalanya, maka meneteskan air; dan bila mengangkat kepalanya, maka keluarlah dari air itu seperti batu permata. Sehingga, tidaklah seorang kafir mencium wangi napasnya, kecuali mati; dan napasnya itu sepanjang pandangannya. Lalu beliau mengejar Dajjal sampai mendapatinya di daerah Bab Ludd [6], kemudian membunuhnya.
Kemudian datang kepada Isa Ibnu Maryam suatu kaum yang Allah selamatkan dari Dajjal, lalu beliau mengusap wajah-wajah mereka, dan beliau sampaikan derajat mereka di surga. Ketika hal itu terjadi, tiba-tiba Allah mewahyukan kepada Isa yang berisi: ‘Aku telah mengeluarkan hambaKu, yang tidak ada seorangpun mampu memerangi mereka. Maka, bawalah hamba-hambaKu berlindung ke bukit Thur’. Allah mengutus Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka bergerak cepat (datang) dari segala arah, sehingga rombongan pertama mereka melewati Danau Thabariyah lantas meminum isinya. Kemudian rombongan terakhir mereka mengatakan : ‘Sungguh dulu di tempat ini ada airnya’.
(Dalam riwayat lain : dan ada tambahan setelah perkataan : ‘Sungguh dulu di tempat ini ada airnya. Kemudian mereka berjalan sampai mencapai bukit al Khamar, yaitu bukit Baitul Maqdis. Lalu mereka berkata : ‘Sungguh kita telah membunuh orang yang ada di muka bumi ini. Ayo kita bunuh yang di atas langit,’ lalu mereka melemparkan anak-anak panahnya ke langit, lantas Allah kembalikan kepada mereka anak-anak panah tersebut dalam keadaan berlumuran darah – dalam riwayat IbnuHujur- Sungguh Aku telah menurunkan hamba-hambaKu, yang tidak ada seorangpun mampu memeranginya). Dan mengepung Nabi ‘Isa dan sahabat-sahabatnya, hingga kepala sapi banteng bagi salah seorang dari mereka lebih baik dari seratus dinar bagi salah seorang di antara kalian sekarang.
Nabi ‘Isa dan para sahabatnya berdoa kepada Allah, lantas Allah mengirim kepada mereka (Ya’juj dan Ma’juj) ulat di leher-leher mereka, sehingga mereka semuanya terbunuh seperti kematian satu jiwa. Kemudian Nabi ‘Isa dan para sahabatnya turun ke dataran bumi dan tidak mendapatkan sejengkal tanahpun, kecuali dipenuhi oleh bau busuk dan bangkai mereka.
Nabi ‘Isa dan para sahabatnya berdoa kepada Allah, lantas Allah mengirim burung seperti onta berleher panjang, lalu mengangkut mereka dan melemparkan mereka di tempat yang Allah kehendaki.
Kemudian Allah menurunkan hujan, yang tidak ada satupun rumah dari kulit domba dapat menahannya, dan tidak juga rumah batu yang kokoh, hingga mencuci bumi sampai meninggalkannya seperti cermin.
Kemudian dikatakan kepada bumi : “Tumbuhkan buah-buahan dan kembalikan barakahmu.”
Pada hari tersebut, sejumlah orang memakan buah delima dan bernaung di bawah kulit-kulitnya, dan diberi barakah pada susu, hingga seekor onta yang baru melahirkan mencukupi sejumlah orang, sapi yang baru melahirkan (susunya) mencukupi satu kabilah, dan seekor kambing yang baru melahirkan mencukupi sekeluarga besar.
Ketika mereka dalam keadaan demikian, tiba-tiba Allah mengirim angin yang harum, lantas angin tersebut menarik mereka dari bawah-bawah ketiak mereka, lalu setiap Mu’min dan Muslim wafat, dan tersisa orang-orang yang jelek, yang berzina terang-terangan (di khalayak ramai) seperti kelakuan keledai. Maka pada merekalah terjadi kiamat.” [HR Muslim]
Mudah-mudahan bermanfaat.*


2 Cara Jitu Meraih Mimpi

Beda orang sukses dengan tidak sukses hanya ada pada kemampuannya untuk consistent and persistent action
2 Cara Jitu Meraih Mimpi

JIKA kamu memiliki daftar keinginan, percayalah, daftar itu hanya akan menjadi catatan belaka, ketika hatimu tidak memutuskan untuk segera bergerak alias beraksi. No action, no results begitu kira-kira hukumnya.
Jadi, tidak berlebihan jika ada pepatah tua mengatakan, “Action speaks louder than words” (Tindakan lebih dahsyat daripada kata-kata).
Dan, dalam Islam kita kenal istilah amanu wa ‘amilush sholihah. Artinya, Muslim itu tak cukup dikatakan beriman jika amalnya tidak merepresentasikannya.
Jamil Azzaini dalam tulisannya berjudul ”Take Action” menulis, “Satu aksi yang kita lakukan itu jauh lebih baik dibandingkan dengan seribu diskusi tanpa aksi. Satu aksi pertama atau take action akan mengundang berbagai kebaikan datang. Sesuatu yang semula jauh akan datang mendekat. Sesuatu yang pada awalnya tidak terlihat tiba-tiba muncul dan tampak sangat jelas di depan mata.”
Hebatnya, Allah Subhanahu Wata’ala dan Rasul-Nya tidak menilai manusia berdasarkan pada hasil, tetapi kemauannya beraksi atau bekerja.
وَقُلِ اعْمَلُواْ فَسَيَرَى اللّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
“Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al-Taubah [9] : 105)
Artinya, Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa beramal alias beraksi. Karena tanpa aksi, semua ide yang bermanfaatpun hanya akan jadi teori bahkan ilusi. Nah, inilah saatnya kita berpikir untuk bagaimana dengan sesegera mungkin mengamalkan apa saja yang semestinya kita lakukan sebagai washilah meraih kesuksesan.
Akan tetapi, agar aksi yang kita lakukan dalam upaya mewujudkan impian bisa bertahan hingga batas akhirnya, maka diperlukan cara-cara yang tepat. Dan, dua di antaranya akan kita bahas bersama.
Pertama, persistence (ketekunan). Para ahli kepribadian berkesimpulan bahwa, beda orang sukses dengan tidak sukses hanya ada pada kemampuannya untuk consistent and persistent action.
Orang-orang yang berhasil adalah mereka yang memiliki kemauan tinggi dalam berakis, mau melakukan kerja nyata secara terus menerus dan konsisten. Sedangkan mereka yang tidak sukses adalah orang yang menyerah atau putus asa.
Dalam bahasa Darmadi Darmawangsa, “Persistence adalah kemampuan untuk terus menjaga momentum dari tindakan awal tanpa dipengaruhi oleh perasaan emosional kita, bahkan kegigihan dapat mengalahkan perasaan ingin menyerah.”
Pantas jika ada kata bijak mengatakan bahwa semua orang bisa sukses dengan ilmu, bakat dan keterampilan. Tetapi, semua itu tidak akan pernah bisa melampaui catatan hebat mereka yang memiliki ketekunan tingkat tinggi.
Dan, seorang Muslim sudah semestinya memiliki ketekunan tingkat tinggi, terutama pada apa yang menjadi passion dalam hidupnya yang nota bene bisa mengankat harkat dan derajat diri dan keluarga serta umat Islam sekaligus.
Persistence (ketekunan) tingkat tinggi ini bisa kita lihat dari bagaimana perjuangan Imam Syafi’I dalam belajar. Tidak memiliki buku, pena dan alat-alat standar yang dibutuhkan dalam menuntut ilmu. Beliau tidak patah arang.
Beliau tetap menimba ilmu meski harus telaten menulis di atas tulang-tulang dan pelepah daun kurma. Hasilnya, wow banget, beliau tampil sebagai sosok ulama yang karya-karyanya tetap bermanfaat hingga kini bahkan sampai akhir zaman. Jadi, milikilah ketekunan dalam amal, meski itu amalan yang kita anggap kecil.
Kedua, komitmen. Kata ini mungkin sangat sering kita dengar. Namun, benarkah kita telah benar-benar memahami dan mengamalkannya?
Secara sederhana, komitmen dapat diartikan sebagai kemauan untuk melakukan apa saja untuk mencapai tujuan. Andaikata ada 20 kesulitan yang menghadang untuk tercapainya suatu tujuan, orang yang punya komitmen akan berusaha mengatasi kesulitan-kesulitan itu.
Seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi Wasallam kala diminta pembesar Quraisy menghentikan dakwahnya. “Sekiranya mereka mampu meletakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku, demi Allah aku tidak akan meninggalkan risalah ini sampai aku menang atau binasa karenanya.”
Komitmen tersebut menjadi mesin penggerak luar biasa dalam hari-hari Nabi Muhammad dalam menjalankan misi dakwah. Bahkan, ketika Islam telah menjadi peradaban di Madinah, beliau juga tidak berhenti. Para pembesar di zaman itu pun beliau ajak untuk masuk Islam, yaitu Romawi dan Persia. Dan, apa yang terjadi, misi dakwah terwujud hingga kini. Islam hadir di seluruh pelosok negeri. Itulah komitmen.
Oleh karena itu, jika kita memiliki impian atau bahkan daftar impian, maka segeralah mengambil keputusan untuk mewujudkannya. Setelah itu, bangunlah ketekunan dan komitmen. Insya Allah kita akan tergolong hamba-Nya yang beramal yang tentu akan sangat membantu kita lebih baik, termasuk kala kelak menghadap Allah Ta’ala di hari kiamat. So, yuk take action sekarang juga! Wallahu a’lam.*

TAHUKAH ANDA

Rabu, 13 Mei 2015

FAKTA SEJARAH

Peta dunia yang dibuat tahun 1855.
Sejarah dunia adalah sejarah umat manusia di seluruh dunia, di semua tempat di Bumi, dirunut dari era Paleolitik. Berbeda dengan sejarah Bumi (yang mencakup sejarah geologis Bumi dan era sebelum keberadaan manusia), sejarah dunia terdiri dari kajian rekam arkeologis dan catatan tertulis, dari zaman kuno hingga saat ini. Pencatatan sejarah dimulai sejak sistem tulisan diciptakan, tetapi asal mula peradaban bertolak dari periode sebelum penciptaan tulisan, atau zaman prasejarah. Prasejarah dimulai dari Era Paleolitik ("Zaman Batu Awal"), diikuti dengan Era Neolitik (Zaman Batu Baru) dan Revolusi Pertanian (antara 8000–5000 SM) di kawasan Hilal Subur. Revolusi tersebut merupakan titik perubahan besar dalam sejarah umat manusia karena sejak masa itu mereka telah mampu membudidayakan tumbuhan dan hewan. Seiring dengan perkembangan pertanian, gaya hidup nomaden berubah menjadi hidup menetap sebagai petani. Kemajuan pertanian mengakibatkan pembagian strata pekerja dalam usaha panen. Strata pekerja menyebabkan munculnya strata masyarakat dan perkembangan kota-kota. Banyak kota kuno berkembang di tepi-tepi kumpulan air (danau dan sungai) yang dapat menyokong kehidupan.

FAKTA

Tahukah Anda


13 Mei: Hari Rotuma di Fiji

Selasa, 12 Mei 2015

FAKTA SEJARAH

Perang Dunia II

 Hasil gambar untuk perang dunia]ke 2Hasil gambar untuk perang dunia]ke 2Hasil gambar untuk perang dunia]ke 2Hasil gambar untuk StuKA MENGEBOM

Perang Dunia II, atau Perang Dunia Kedua (biasa disingkat menjadi PDII atau PD2), adalah sebuah perang global yang berlangsung mulai tahun 1939 sampai 1945. Perang ini melibatkan banyak sekali negara di dunia —termasuk semua kekuatan besar—yang pada akhirnya membentuk dua aliansi militer yang saling bertentangan: Sekutu dan Poros. Perang ini merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan militer. Dalam keadaan "perang total", negara-negara besar memaksimalkan seluruh kemampuan ekonomi, industri, dan ilmiahnya untuk keperluan perang, sehingga menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan militer. Ditandai oleh sejumlah peristiwa penting yang melibatkan kematian massal warga sipil, termasuk Holocaust dan pemakaian senjata nuklir dalam peperangan, perang ini memakan korban jiwa sebanyak 50 juta sampai 70 juta jiwa. Jumlah kematian ini menjadikan Perang Dunia II konflik paling mematikan sepanjang sejarah umat manusia.[1]
Kekaisaran Jepang berusaha mendominasi Asia Timur dan sudah memulai perang dengan Republik Tiongkok pada tahun 1937,[2] tetapi perang dunia secara umum pecah pada tanggal 1 September 1939 dengan invasi ke Polandia oleh Jerman yang diikuti serangkaian pernyataan perang terhadap Jerman oleh Perancis dan Britania. Sejak akhir 1939 hingga awal 1941, dalam serangkaian kampanye dan perjanjian, Jerman membentuk aliansi Poros bersama Italia, menguasai atau menaklukkan sebagian besar benua Eropa. Setelah Pakta Molotov–Ribbentrop, Jerman dan Uni Soviet berpisah dan menganeksasi wilayah negara-negara tetangganya sendiri di Eropa, termasuk Polandia. Britania Raya, dengan imperium dan Persemakmurannya, menjadi satu-satunya kekuatan besar Sekutu yang terus berperang melawan blok Poros, dengan mengadakan pertempuran di Afrika Utara dan Pertempuran Atlantik. Bulan Juni 1941, Poros Eropa melancarkan invasi terhadap Uni Soviet yang menandakan terbukanya teater perang darat terbesar sepanjang sejarah, yang melibatkan sebagian besar pasukan militer Poros sampai akhir perang. Pada bulan Desember 1941, Jepang bergabung dengan blok Poros, menyerang Amerika Serikat dan teritori Eropa di Samudra Pasifik, dan dengan cepat menguasai sebagian besar Pasifik Barat.
Serbuan Poros berhenti tahun 1942, setelah Jepang kalah dalam berbagai pertempuran laut dan tentara Poros Eropa dikalahkan di Afrika Utara dan Stalingrad. Pada tahun 1943, melalui serangkaian kekalahan Jerman di Eropa Timur, invasi Sekutu ke Italia, dan kemenangan Amerika Serikat di Pasifik, Poros kehilangan inisiatif mereka dan mundur secara strategis di semua front. Tahun 1944, Sekutu Barat menyerbu Perancis, sementara Uni Soviet merebut kembali semua teritori yang pernah dicaplok dan menyerbu Jerman beserta sekutunya. Perang di Eropa berakhir dengan pendudukan Berlin oleh tentara Soviet dan Polandia dan penyerahan tanpa syarat Jerman pada tanggal 8 Mei 1945. Sepanjang 1944 dan 1945, Amerika Serikat mengalahkan Angkatan Laut Jepang dan menduduki beberapa pulau di Pasifik Barat, menjatuhkan bom atom di negara itu menjelang invasi ke Kepulauan Jepang. Uni Soviet kemudian mengikuti melalui negosiasi dengan menyatakan perang terhadap Jepang dan menyerbu Manchuria. Kekaisaran Jepang menyerah pada tanggal 15 Agustus 1945, sehingga mengakhiri perang di Asia dan memperkuat kemenangan total Sekutu atas Poros.
Perang Dunia II mengubah haluan politik dan struktur sosial dunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) didirikan untuk memperkuat kerja sama internasional dan mencegah konflik-konflik yang akan datang. Para kekuatan besar yang merupakan pemenang perang—Amerika Serikat, Uni Soviet, Cina, Britania Raya, dan Perancis—menjadi anggota permanen Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.[3] Uni Soviet dan Amerika Serikat muncul sebagai kekuatan super yang saling bersaing dan mendirikan panggung Perang Dunia yang kelak bertahan selama 46 tahun selanjutnya. Sementara itu, pengaruh kekuatan-kekuatan besar Eropa mulai melemah, dan dekolonisasi Asia dan Afrika dimulai. Kebanyakan negara yang industrinya terkena dampak buruk muali menjlaani pemulihan ekonomi. Integrasi politik, khususnya di Eropa, muncul sebagai upaya untuk menstabilkan hubungan pascaperang.

 Pihak yang terlibart:
Sekutu
 Uni Soviet (1941–45)[nb 1]
 Amerika Serikat (1941–45)
 Imperium Britania
Tiongkok (at war 1937–45)
 Perancis[nb 2]
 Polandia
 Kanada
 Australia
 Selandia Baru
 Afrika Selatan
 Yugoslavia (1941–45)
 Yunani (1940–45)
 Norwegia (1940–45)
 Belanda (1940–45)
 Belgia (1940–45)
 Cekoslowakia
 Brasil (1942–45)


Poros
 Jerman
 Kekaisaran Jepang (at war 1937–45)
 Italia (1940–43)
 Hongaria (1940–45)
 Rumania (1941–44)
 Bulgaria (1941–44)Pihak terlibat
 Finlandia (1941–44)
 Thailand (1942–45)
 Irak (1941)
 Spanyol (1941)

Negara klien dan boneka
 Manchukuo
 Republik Sosial Italia (1943–45)
 Kroasia (1941–45)
 Slowakia
Bendera Filipina Filipina (1941–45)
Bendera Mongolia Mongolia (1941–45)